Mungkinkah Mendulang Sukses Dengan Bisnis Waralaba Murah?

Salah satu pintu samping dalam menjalankan bisnis adalah mengambil bisnis waralaba. Pasalnya pada umumnya usaha waralaba sudah memiliki kelengkapan dalam produk, konsep dan sistem. Setidaknya Anda sudah memotong beberapa langkah di awal usaha.

Yang menarik dalam beberapa waktu ini, adalah munculnya trend usaha waralaba murah yang membutuhkan dana relatif kecil. Hanya pada kisaran di bawah 5 juta, bahkan saya juga menemukan angka di bawah 2 juta.

Yang kemudian muncul dalam benak banyak orang ketika menemukan usaha waralaba murah macam ini tentu masalah prospek dan realita proyeksi yang mereka sampaikan dalam penawaran. Apakah mungkin sebuah waralaba yang murah meriah macam ini bisa memberikan Anda hasil yang menggiurkan seperti dalam penawaran yang Anda dapat dari mereka.

Di dunia nyata sebenarnya sudah banyak bukti yang menunjukan bahwa usaha waralaba secara keseluruhan memiliki prospek yang sangat besar. Tidak sedikit orang yang mencapai sukses dengan bisnis waralaba yang mereka jalankan.

Tetapi tidak banyak dari daftar orang sukses tadi yang mengawali usahanya dari jenis waralaba murah harga 2 jutaan. Untuk itulah kali ini saya akan mencoba mengulas prospek usaha waralaba murah dan realitasnya di lapangan.

4 Kacamata Dalam Memandang Prospek Waralaba Murah

Untuk melihat sisi realistis dari usaha waralaba, Anda perlu menggunakan kacamata yang mampu melihat dari segala sisi. Untuk mengetahui sejauh mana angka modal awal tadi cukup realistis dengan konsep  waralaba. Juga untuk mengetahui sejauh mana kesiapan dari usaha waralaba dengan harga murah ini menghadapi realitas dalam pasar.

Berikut 4 kacamata yang harus Anda gunakan dalam menilai prospek waralaba murah

  1. Kacamata fasilitas
    Anda perlu mengetahui serealistis apa fasilitas yang Anda dapatkan dengan membayar angka 2 juta. Perlu Anda lakukan survey untuk mengetahui berapa biaya dari seluruh peralatan dan perlengkapan yang Anda dapatkan dari pemilik waralaba. Sesuaikah dengan franchise fee? Seharusnya pihak pemilik waralaba tidak secara lugas menarik untung dari fasilitas modal awal, karena sifatnya sebagai starting point. Keuntungan justru berasal dari penjualan dan bukan dari fasilitas yang Anda peroleh.
    Selain itu, dengan cara ini Anda juga menjadi lebih jelas peralatan dan perlengkapan apa saja yang perlu Anda tambahkan. Sebenarnya semakin lengkap fasilitas dari pihak pemilik akan semakin baik, tetapi dengan hanya dana 2 juta memang tidak mudah mendesak pihak pemilik menyediakan fasilitas lengkap.
  2. Kacamata produk
    Yang menjadi poin utama adalah bobot dari produk. Anda bisa saja menjual minuman es teh yang pasaran, tetapi es teh adalah sajian sejuta umat  yang pastinya memiliki sangat banyak penggemar setia. Atau Anda menjual sajian unik macam cappucinno cincau yang terkesan aneh dan membuat penasaran.
    Semakin baik bobot dari produk Anda tentu saja semakin baik. Tetapi bobot di sini tidak selamanya mutlak. Karena sesuatu yang menarik dan unik di suatu wilayah bisa saja menjadi aneh atau malah terlalu biasa di kawasan lain. Jadi Anda harus memilih produk mana yang cocok dengan populasi pasar dan diri Anda sendiri tentunya.
    Di sini Anda juga perlu berhitung, apakah harga pokok yang dicantumkan untuk Anda sudah sesuai dengan perkiraan biaya yang harus Anda keluarkan dalam satu kemasan produk waralaba. Potensi sukses akan menghinggapi mereka yang pandai memilih produk yang murah tetapi berkualitas sekaligus dibandrol dengan harga yang masuk akal.
  3. Kacamata pasar
    Produk Anda bisa saja unik, tetapi bila tidak diminati maka akan percuma saja. Anda tidak harus membuat produk mahal, waralaba es teh saja sudah bisa laku keras. Itulah yang harus Anda pahami, selera tiap wilayah berbeda, produk yang sama bisa saja diterima pada satu sisi dan tidak di kawasan lain.
    Tugas Anda adalah menemukan produk yang sesuai standard an kebutuhan untuk Anda jual Kesalahan dalam pemilihan lokasi bisa saja berarti kesalahan.
  4. Kacamata Sistem
    Pada umumnya, Anda tidak bisa mengharapkan sistem yang sudah detil dan profesional dari usaha waralaba murah dengan biaya 2 jutaan. Dengan modal minim, kebanyakan pemilik waralaba hanya akan membuat sistem usaha pada kulit luarnya saja tanpa konsep yang lengkap dan profesional.  
    Itu sebabnya Anda harus memahami sistem lebih baik, menemukan setiap kelemahan dan melakukan beragam persiapan untuk menyempurnakan sistem yang ada.
    Dengan usaha waralaba murah, Anda memang masih harus unjuk gigi dengan lebih banyak campur tangan dalam sistem, manajemen hingga manajemen dan pengelolaan.

Siapa bilang menjadi sukses hanya hadiah bagi mereka yang kaya. Anda dengan latar belakang pas-pasan juga bisa mencicipi sukses lewat. Asal Anda rela meluangkan lebih banyak waktu. untuk mengelola semua dengan bak, maka bukan mustahil Anda mereguk hasil yang cukup dari waralaba murah. 

Butuh Uang Tambahan? Coba 5 Bisnis Mahasiswa Berikut Ini

Yang namanya mahasiswa biasanya memang hobi sekali mencari tambahan uang saku. Pasalnya dengan hanya mengandalkan uang jatah dari orang tua yang seringnya pas-pasan, mereka terpaksa harus membatasi pengeluaran. Apalagi kalau untuk pengeluaran yang sekedar bersenang-senang macam nonton, main game online atau sekedar makan enak.

Kenapa tidak mencoba bisnis mahasiswa saja? Karena pilihan ini akan lebih bijak bila Anda bandingkan dengan mencoba melamar pekerjaan dengan ijasah SMA seadanya. Sering kali Anda hanya akan terdampar pada pekerjaan pramuniaga, petugas restoran atau operator warnet. Gak bonafid donk…

Makanya Anda harus mencoba untuk menjalankan bisnis mahasiswa ini. Ada banyak alasan yang melatari. Dengan mencari uang tambahan melalui jalur bisnis, mahasiswa bisa mengatur waktu dengan lebih leluasa untuk menjalankan tugas utamanya sebagai mahasiswa dan tugasnya sebagai pelaku usaha. Selain itu bisnis yang mereka jalankan ini bukan tidak mungkin akan menjadi titik awal karier bisnisnya dikemudian hari. Tidak sedikit lho pelaku usaha yang mengawali suksesnya dari mahasiswa.

Lantas bisnis macam apa yang cocok untuk mahasiswa jalankan? Tentunya bisnis dengan waktu fleksible dengan rasa yang memikat. Nah…untuk Anda yang penasaran mungkin beberapa pilihan bisnis mahasiswa berikut ini bisa menjadi pilihan Anda.

  1. Jasa persewaan motor dan mobil
    Jasa rental motor dan mobil adalah sebuah usaha yang layak untuk mahasiswa jajal, terutama bila mereka juga memiliki ketertarikan pada dunia otomotif dan berada di kota dengan traffic yang baik. Tidak sedikit mahasiswa yang kesulitan keuangan dan sebenarnya mereka juga memiliki kendaraan bermotor. Anda bisa memanfaatkan celah ini dengan membuka rental tanpa inventaris. Kendaraan yang Anda sewakan adalah kendaraan yang Anda sewa dari rekan-rekan Anda di kampus. Anda membuka peluang usaha potensial sekaligus menyediakan solusi menarik untuk rekan-rekan sesama mahasiswa.
  2. Bisnis Blogger
    Saat ini hampir semua mahasiswa memiliki laptop dengan koneksi internet yang leluasa. Anda perlu menggunakan fasilitas ini untuk bisnis, salah satunya adalah membuka bisnis blog. Untuk menjadi blogger sama sekali tidak sulit, tetapi Anda perlu belajar teknik publisher yang efektif mendatangkan pembaca. Anda bisa memasang iklan pada blog Anda atau menjual produk titipan dari tetangga Anda dengan blog ini. Yang paling penting bisnis mahasiswa satu ini sangat fleksibel dan bisa Anda jalankan kapanpun, jadi bisa Anda kelola di sela waktu kuliah Anda.
  3. Bisnis fotografer
    Sangat banyak mahasiswa yang memiliki hobi berfoto ria dengan gadget kamera yang cukup terkini. Daripada menghabiskan uang saku untuk berhunting ria ke berbagai pelosok kota, kenapa Anda tidak mencari uang tambahan dengan modal kamera Anda ini. Salah satu yang cukup potensial adalah menggarap sesi pemotretan untuk pernikahan dan beragam event gathering. Setidaknya hasil dari bisnis kecil-kecilan ini bisa menjadi modal Anda berhunting ke luar kota di akhir pekan plus tambah-tambah uang untuk membeli perangkat kamera yang biasanya cukup mahal itu.
  4. Bisnis Pulsa
    Bisnis yang satu ini juga tidak kalah yahud. Dengan semua orang menggenggam HP, maka siapa yang tidak butuh pulsa di masa sekarang ini? Nah inilah peluang yang harus Anda manfaatkan. Tidak lagi perlu counter, karena membuka counter juga akan membebani Anda dengan biaya. Jadilah counter berjalan kapanpun dan dimanapun. Anda bisa memanfaatkan rekan Anda sebelah kamar, ibu kost, teman sekelas, warung langganan sampai laundry langganan untuk menjadi langganan Anda. Cukup bermodal HP dan selalu siap sedia untuk di sms langganan pulsa Anda.
  5. Bisnis Reseller
    Ini dia bisnis yang sedang marak sejak dunia internet menjadi demikian berkembang macam sekarang. Berkat jaringan internet, tidak ada lagi yang sulit dengan bisnis satu ini, bahkan bila bisnis yang Anda pilih adalah tanpa stok. Anda tinggal memajang produk yang akan akan jual dalam akun facebook Anda. Lalu ketika ada pemesanan maka pihak supplier lah yang akan mengiriman produk langsung ke konsumen. Soal hasil sudah pasti cukup menjanjikan. Apalagi kalau  Anda serius menjualnya via internet yang memungkinkan Anda untuk menggapai pasar yang lebih luas.
  6. Bisnis Laundry
    Soal cuci mencuci biasanya adalah pekerjaan yang paling menyebalkan dalam dunia manusia. Itu sebabnya, lagi-lagi Anda bisa memanfaatkan persoalan ini dengan membuka usaha laundry, untuk mereka yang malas mencuci sendiri. Usaha ini cukup potensial untuk mengeruk hasil ayng lebih besar lagi untuk menampung sajian khas Timur Tengah ini.

Jadi, bagaimana dengan Anda? Adakah ide bisnis mahasiswa di atas yang menarik untuk Anda jalankan? Atau Anda juga memiliki ide segar yang layak dicoba. Tentu dengan senang hati kami menanti kesediaan Anda untuk berbagi info seputar dunia bisnis persewaan ini. 

5 Trik Marketing Ala Zaman Baheula Yang Masih Yahud Di Masa Sekarang

Sekarang ini memang sedang era Internet dan perkembangan IT yang luar biasa. Saya yakin tidak ada yang mampu memungkiri hal ini. Seluruh dunia memang sudah tenggelam dalam gelombang sosial media dan e-commerce.

Muncullah beragam trik marketing gaya baru yang beralaskan dunia IT. Kini menjual menjadi lebih mudah dengan cara-cara baru dalam page facebook atau dengan aktivitas blogging. Cara-cara yang dianggap lebih baik, karena lebih rendah biaya, lebih mampu mencakup kawasan yang jauh lebih luas dan tentu saja tidak membuat Anda harus beranjak dari kursi Anda.

Tetapi benarkah Anda harus selalu fokus dengan trik marketing ala dunia e-commerce ini? Masih ingatkah Anda dengan cara-cara lama dalam dunia marketing di masa lalu? Ternyata beberapa cara lama yang “kuno” masih bisa Anda andalkan di era sekarang. Dengan sedikit sentuhan modern, trik marketing masa baheula ini masih bisa menjadi jurus jitu dalam merengkuh konsumen dengan sama baiknya, malah lebih baik.

Apa saja trik marketing “kuno” yang masih yahud di masa sekarang?

  1. Dapatkan Rekomendasi Konsumen
    Di era kapanpun, rekomendasi selalu menjadi teknik terbaik dalam memasarkan. Dan satu-satunya cara untuk mendapatkan rekomendasi tulus adalah mencapai kepuasan konsumen. Ketika seorang konsumen dengan yakin mengatakan bahwa mereka puas dengan pelayanan Anda dan mengajak rekan mereka untuk menggunakan layanan Anda, maka bisa dipastikan rekan mereka akan menuruti dengan mudah.
    Pada era internet Anda bisa menggunakan metode terkini dengan pendekatan yang sama. Bangun komunitas internet atas produk Anda, libatkan konsumen aktif Anda untuk masuk dalam komunitas, aktif mengajak rekan dan kolega mereka. Libatkan komunitas ini dalam pengembangan usaha, jadikan mereka bagian dari tes pasar pertama Anda dan berikan eksklusifitas untuk mereka dengan spesial.
  2. Bangun Hubungan Personal
    Dalam usaha tradisional, pedagang dan pembeli memiliki hubungan dua arah yang “mesra”. Secara pribadi pedagang mengenal pembeli langganan mereka, melayani mereka secara khusus. Bukan hal yang aneh bila seorang pembeli datang dan pedagang menyapanya dengan pertanyaan “kok tumben gak ajak istrinya pak?”
    Gunakan cara yang sama untuk mencuri hati konsumen Anda. Contohnya temukan informasi personal mengenai konsumen Anda. Misalkan dengan mencari tahu tanggal lahir mereka melalui akun sosial media yang mereka ikuti. Berikan ucapan khusus beserta hadiah voucher diskon untuk mereka pada hari istimewa mereka. Perhatian kecil ini akan memberi kesan mendalam untuk mereka.
  3. Pemasaran tatap muka
    Sehebat apapun teknik promosi online Anda, konsumen selalu lebih sreg dengan penjual yang di depan mata mereka. Tanpa jaringan kabel dan satelit, mereka butuh jabatan tangan Anda, sapaan hangat dengan senyuman Anda dan tentu saja meraba serta menyentuh produk yang Anda jual. Bangun kepercayaan di kota Anda sendiri, Menjadi terpercaya di kota Anda sendiri akan semakin memudahkan Anda mendapat kepercayaan mereka yang berada di luar sana.
    Jadi jangan selalu berkutat dengan dunia online. Pemasaran yang optimal adalah yang mampu memadukan aktivitas online dan offline. Temukan pasar yang bisa Anda rengkuh di lingkungan Anda sendiri.
    Sederhana saja, misalkan Anda adalah penyedia jasa persewaan motor, jangan hanya masuk dalam komunitas rental kendaraan di kota Anda saja, tetapi masuki komunitas traveller dan komunitas pelaku bisnis kecil yang mungkin suatu hari akan menjadi komunitas konsumen terloyal Anda.
  4. Berpromosi dengan Iklan Radio
    Pada tahun 80an ketika internet masih sepenuhnya asing, maka aktivitas hanya berkisar antara TV dan radio. Iklan TV lebih mahal ketimbang iklan radio, jadi iklan radio biasanya menjadi pilihan pebisnis pemula.
    Jangan Anda kira radio sudah uzur di masa kini. Radio masih memiliki penggemar, setidaknya menjadi teman macet ditengah jalan sepulang kantor. Yang jelas iklan radio tergolong murah meriah. Jadi kenapa tidak mencoba kembali iklan radio? Untuk semakin memikat konsumen, buat semacam quiz di facebook mengenai iklan radio Anda. Mereka akan semangat mencari info mengenai iklan radio Anda dan akhirnya secara tidak langsung terpikat dengan promosi Anda.
  5. Teknik Kartupos
    Pada era yang lebih jadul tahun 70an, kartu pos dengan beragam gambar unik yang menggambarkan usaha dan produk Anda menjadi salah satu cara menarik untuk berpromosi. Para marketing sengaja mengirimkan kartu pos untuk mengucapkan terimakasih atas transaksi  yang lancar.
    Anda juga mau ikutan berkirim kartupos? Hmm…rasanya kurang efektif. Tetapi itikad yang sama untuk selalu membangun hubungan pasca transaksi adalah sebuah cara yang layak Anda jajal kembali. Gunakan email untuk khusus mengirim ucapan ini dan jalin hubungan berkelanjutan dengannya. Malah penggunaan email bisa membuat Anda lebih leluasa saling berbalas “kartu pos” dengan cepat dan mudah.

 Siapa sangka trik marketing ala tempo dulu masih bisa efektif mengantar konsumen untuk bisnis Anda? Apakah Anda juga punya trik marketing kuno yang masih Anda praktekan? 

Bisnis Reseller yang Sedang Booming, Usaha Sprei Home made

Belakangan ini muncul trend baru dalam bisnis online shoping, yakni bisnis reseller sprei. Bukan sprei yang biasa muncul di iklan TV pastinya. Kalau itu sih sudah biasa. Malah saking biasanya, terpaksa bersaing ketat dengan banyak supermarket dan department store lokal yang juga menjual sprei-sprei merek ternama. Susah donk….

Kalau bisnis reseller sprei kali ini lebih spesial, karena mengusung konsep produk home made. Customer memilih sendiri bahannya, memilih sendiri ukurannya, memilih sendiri modelnya dan masih pula harus menunggu beberapa waktu untuk penggarapannya.

Meski sering kali barang tidak siap sedia, ternyata beberapa pelaku usaha dari bisnis ini mengakui kalau usaha sprei home made ini justru sangat potensial. Karena produk sprei homemade tidak tersedia di toko dan biasanya memiliki kesan lebih eksklusif dari produk sprei pasaran. Jadi para penjual ini tidak merasa bersaing dengan toko atau department store.

Kesan eksklusif muncul karena sejak awal sprei home made ini sudah mengusung kesan originalitas  sebagai nilai jual. Corak pada bahan kain sprei mencakup banyak pasar dan inilah salah satu kelebihan dari bisnis reseller ini. Corak kain tersedia dalam konsep yang elegan, ceria ala remaja hingga berkonsep anak-anak dengan mengangkat aneka tokoh kartun idola. Banyak corak terhitung langka dan unik, sampai tidak bisa Anda temukan sembarang di  produk pasaran.

Lebih dari itu, sprei homemade juga biasanya memiliki kualitas bahan di atas rata-rata. Pada umumnya kain yang mereka gunakan memiliki 4 kategori, kelas lokal atau panca, kelas linen atau catra, kelas katun cina atau twill dan terakhir kelas katun jepang atau semi organik. Semua kelas diklaim memiliki kehalusan dan keawetan di atas rata-rata kain sprei pada umumnya.

Sebagai nilai final dari kesan eksklusif ini, sprei homemade ini biasanya memiliki ukuran sprei yang lebih besar. Jadi cocok untuk menutupi kasur yang berukuran besar dan lebih tinggi. Kebanyakan sprei hanya memiliki tinggi sekitar 20 cm maka sprei homemade ini sengaja dibuat dengan ukuran panjang 30 cm.

Sebenarnya ide membuat sprei custom macam ini sudah ada sejak 10 tahun lampau di banyak usaha tekstil di kota-kota besar. Mereka menerima pembuatan sprei dengan ukuran khusus dengan bahan yang bebas dipilih sendiri oleh customer.

Tetapi dengan semakin maraknya penggunaan internet, tingginya aktivitas blogging dan peminat sosial media, maka munculah pula ide untuk melakukan penjualan serupa ini melalui internet. Mereka yang dulunya menjadikan bisnis sprei custom ini sebagai sampingan dari bisnis tekstil mencoba menjalankan side bisnis ini dengan lebih serius.

Salah satu langkah serius yang biasa mereka ambil adalah dengan membuka jalur grosir untuk para pelaku bisnis reseller. Cara ini akan membuka jalan untuk menembus pasar dengan lebih cepat. Nyatanya sistem ini efektif menjadikan bisnis sprei homemade menjadi bisnis reseller yang sangat populer pada tahun 2013 lalu dan masih sangat potensial untuk tahun 2014.

Potensi ini bisa Anda lihat pada beberapa fakta dari para pelaku penjualan. Kharisma seorang pemilik online shop Violet asal Yogya yang sudah menjalankan usaha reseller selama 8 bulan mengaku setidaknya bisa mengantongi keuntungan antara 700 ribu hingga 1,5 juta perbulan. Sementara pada kasus lain, ibu seorang anak bernama Dini dari Jawa Timur justru sudah mengantongi hasil 800 ribu tiap bulan untuk online shopnya yang baru berjalan 3 bulan.

Baik Kharisma maupun Dini mengaku mendapatkan stok dari supplier dari kota Surabaya. Selain kota Surabaya pusat supplier lain adalah kota Jakarta dan Bandung. Karena sebenarnya produsen kain sprei kualitas terbaik ini berada di kota Bandung. Kedua reseller ini mendapatkan informasi soal supplier dengan cara browsing di internet.

Bagaimana? Menarik bukan bisnis reseller satu ini. Namun sebaiknya Anda jangan buru-buru melangkah untuk memulai bisnis ini. Terutama karena Anda perlu memahami beberapa tips dalam memulai bisnis yang bisa Anda temukan di sini. Tapi beruntungnya kedua pebisnis online ini dengan sukarela berbagi tips mereka dalam menjalankan bisnis reseller sprei homemade.

  1. Beri banyak pilihan corak
    Masukan sebanyak mungkin pilihan corak untuk tiap-tiap kategori sprei. Semakin lengkap pilihan Anda semakin baik usaha Anda di mata konsumen. Bila perlu jalin hubungan reseller dengan beberapa supplier sehingga bisa mendapatkan corak yang lebih beragam.
  2. Gunakan akun sosial media
    Pasar paling potensial untuk penjualan ini adalah akun sosial media terutama facebook. Anda bisa saja memiliki blog atau web resmi, itu lebih baik. Tetapi kebanyakan penjualan justru datang dari akun sosial media. Biasanya konsumen akan lebih memilih untuk membeli dari kenalan atau kolega mereka yang sudah mereka kenal baik ketimbang unknown online shop. Lagipula dengan facebook, Anda bisa berkomunikasi dua arah dengan lebih efektif.
  3. Pilihlah gambar yang jelas
    Kebanyakan konsumen membeli karena impulsive begitu melihat gambar sprei yang memikat dengan warna dan corak yang membuat mereka jatuh cinta. Jadi pastikan gambar yang Anda pajang tidak gelap, tidak terlalu kecil, tidak buram sehingga bisa mempesona dengan cepat.

Tampaknya tidak sulit kan mencoba bisnis reseller satu ini? Untuk lebih jauh soal bagaimana menjual sprei ini sebaiknya Anda berkonsultasi dulu dengan supplier sprei pilihan Anda.